Mimpiku dan LPDP mengantarkanku lanjut S2 Pariwisata ITB
Kurang lebih 2 tahun bekerja diperusahaan tour and travel sebagai tour operator, Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dan memilih lanjut study kejenjang Master Degree. Karena sejak awal memang saya hanya berniat mencari pengalaman didunia kerja. Tentu memutuskan untuk lanjut study apalagi kejenjang master sangat sulit bagi saya dan penuh pertimbangan yang matang. Selain biaya yang sangat mahal dan juga tingkat kesulitan dalam proses mengikuti kuliahnya akan jauh lebih susah dibandingkan dengan jenjang strata (S1). Selain itu juga pada dasarnya saya sudah nyaman dengan dunia kerja yang saya sebagai tour operator. Karena tour operator adalah bidang saya. Saya menikmati setiap pekerjaan yang saya miliki. Ditambah lagi saya juga merupakan anak terakhir dikeluarga saya. Tiga saudara saya sudah berkeluarga. Mereka sudah sibuk dengan urusan keluarga masing – masing. Otomatis orang tua saya hanya berharap kepada saya untuk dapat meringankan beban ekonomi keluarga. Sangat berat bagi saya untuk memutuskan lanjut kuliah atau tidak. Tapi karena saya punya mimpi besar. Saya harus berani ambil resiko. Saya memiliki mimpi yang lebih besar dan bisa berkontribusi lebih terhadap dunia pariwisata di Indonesia.
Setelah mempertimbangakan segalanya, saya mencoba berdiskusi dengan pihak perusahaan dimana tempat saya bekerja dan juga keluarga. Awalnya keluarga sempat shock dengan keputusan saya. Karena mereka pasti bingung bagaimana dengan biaya pendidikan saya nantinya. Karena waktu S1 saja orang tua saya sudah tertatih-tatih membiayai kuliah saya. Untungnya waktu itu saya mendapat beasiswa Bidikmisi di Universitas Riau. Dan hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah saya. Terus bagaimana dengan S2 saya? Saya mencoba meyakinkan mereka bahwa saya tidak akan meminta sepersen pun untuk biaya kuliah S2 saya. Saya akan mendapat beasiswa penuh untuk S2. Dan akhirnya restu keluarga pun menyertai.
Saya mencoba ikut seleksei beasiswa dari Kementrian Keuangan atau LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Berbagai syarat admisnistrasi saya lengkapi dan juga rangkaian test juga saya ikuti. Tapi Allah berkehendak lain. Saya Gagal ditest wawancara. Namun itu tidak menyurutkan semangat saya. Saya akan coba seleksi berikutnya. Dan Puji Syukur akhirnya diseleksi kedua ini saya lolos dan bisa meraih beasiswa yang saya dambakan. Tepat 10 Maret 2016 saya resmi ditetapkan sebagai awardee (penerima) beasiswa LPDP. 1 Bulan berikutnya saya dipanggil untuk mengikuti program Pengayaan Bahasa di Universitas Pendidikan Indonesia selama 6 bulan. Diprogram pengayaan bahasa ini saya mempersiapkan segala sesuatunya untuk masuk universitas. Mulai dari pencapaian skor TOEFL, Skor TPA dan berbagai persyaratan administrasi masuk Universitas. Dan kahirnya tepat pada tanggal 10 Desember 2016 saya resmi diterima Di Institut Teknologi Bandung di Jurusan Planologi Kepariwisataan. Saat ini saya sedang menjalani kuliah. Saya mohon doanya agar kuliah saya lancar dan selesai tepat pada waktunya dengan nilai yang baik dan selanjutnya saya bisa mengabdi dibidang Pariwisata untuk Indonesia.
Ditulisan berikutnya saya akan coba sharing pengalaman saya tentang proses mendapatkan beasiswa LPDP. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar